Halaman

Rabu, 13 Februari 2013

Hukum Mim mati dan Tanwin


       Hukum mim mati dan tanwin ada 3, yakni:

1. Idghom Mimi
          yaitu, apabila ada mim mati / tanwin bertemu dengan huruf : mim. Cara membacanya dengan merangkap huruf mim dengan dengung. Huruf Idghom Mimi hanya ada satu.

2. Ikhfa Syafawi
          yaitu, apabila ada mim mati / tanwin bertemu dengan huruf : ba. Cara membacanya dengan menyamarkan atau menyembunyikan huruf mim. Huruf Ikhfa Syafawi hanya ada satu.

3. Idzhar Syafawi
          yaitu, apabila ada huruf mim mati bertemu dengan huruf : selain mim dan ba. Cara membacanya dengan bunyi mim disuarakan dengan jelas dan terang tanpa berdengung di bibir dengan mulut tertutup. Huruf Idzhar Syafawi ada 26.


Hukum Nun mati dan Tanwin


       Hukum nun mati dan tanwin ada 5 yakni :

1. Idzhar
          yaitu, apabila ada nun mati / tanwin bertemu dengan huruf : hamzah, ha', 'ain, kha, gain, ha'. Cara membacanya jelas. Huruf Idzhar ada 6.

2. Ikhfa
          yaitu, apabila ada nun mati / tanwin bertemu dengan huruf : ta, tsa, jim, dal, dzal, zai, sin, syin, sad, dad, ta, za, fa, qaf, kaf. Cara membacanya samar-samar. Huruf Ikhfa ada 15.

3. Iqlab
          yaitu, apabila ada nun mati / tanwin bertemu dengan huruf : ba. Cara membacanya dengan mengganti huruf ba dengan huruf mim. Huruf Iqlab hanya ada satu.

4. Idghom Bighunnah
          yaitu, apabila ada nun mati / tanwin bertemu dengan huruf : ya, mim, wau, nun. Cara membacanya dengung. Huruf Idghom Bighunnah ada 4.

5. Idghom Billaghunnah
          yaitu, apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf : lam dan ra. Cara membacanya tidak dengung. Huruf Idghom Billaghunnah ada 2.

Rabu, 06 Februari 2013

Agama Islam

          Agama islam adalah sesuatu yang dibawa oleh nabi Muhammad sebagai agama Rahmatan Lil Alamin (rahmat bagi semesta alam). Agama islam megajarkan segala tentang kebaikan. Pokok-pokoknya dibagi menjadi tiga hal, yakni:

1. Aqidah
          Aqidah Islam adalah sesuatu yang wajib diimani oleh setiap orang. Aqidah islam meliputi beberapa perkara diantaranya tentang:
       a. Kepercayaan tentang adanya Allah
       b. Sifat-sifat Allah
       c. Kepercayaan terhadap rasul- rasul Allah

2. Syariat
          Syariat Islam adalah hukum atau aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Muslim. Selain berisi hukum dan aturan, syariat islam juga berisi penyelesaian masalah seluruh kehidupan ini. Maka oleh sebagian penganut Islam, syariat islam merupakan panduan menyeluruh adan sempurna seluruh permasalahan hidup manusia dan kehidupan dunia ini.

3. Akhlak
          Akhlak Islam adalah sifat- sifat yang diperintahkan Allah kepada seorang muslim untuk dimiliki tatkala ia melaksanakan berbagai aktivitasnya.

Macam-macam Shalat

1. Shalat Tarawih
          Shalat tarawih dilaksanakan setelah melaksanakan kewajiban shalat isya. Jumlah raka'atnya adalah 20 raka'at dengan 10 salam. Dilaksanakan pada bulan ramadhan sebagai amalan ibadah sunnah. lebih baik dilaksanakan berjama'ah.

2. Shalat Witir
          Shalat witir dilaksanakan setelah shalat tarawih sebanyak 3 raka'at. Shalat yang pertama dilaksanakan 2 raka'at, sedangkan shalat yang kedua dilaksanakan 1 raka'at.
Niat shalat witir yang pertama: "Usolli sunnatan minal witri rak'ataini ma'muman lillaahita'aalaa".
Niat shalat witir yang kedua: "Usolli sunnatan rak'atal witri ma'muman lillaahita'aalaa".

3. Shalat dhuha
          Keutamaan shalat dhuha diantaranya adalah untuk meminta rizki yang berlimpah. Shalat dhuha paling banyak adalah 12 raka'at dan paling sedikit adalah 2 raka'at. Waktu shalat dhuha dimulai ketika matahari sudah naik sekitar 1 meter dari permukaan bumi sampai bumi berada diatas kepala yaitu ketika tidak ada bayang-bayang.

Toharoh

Bersuci dari Hadats
          Bersuci dari Hadats adalah membasuh anggota badan yang tertentu dengan air yang mensucikan beserta niatnya.
Air Suci
          Air suci adalah air yang tidak terkena najis dan belum dipakai untuk bersuci atau manghilangkan najis.
Air Musta'mal
          Air musta'mal adalah air yang ukurannya kurang dari dua kulah dan sudah digunakan untuk bersuci atau menghilangkan najis.

       Untuk dapat bersuci, dapat dilakukan dengan cara berwudhu, tayammum, dan mandi, sesuai dengan aturan-aturannya,

1. Wudhu
          Wudhu adalah mensucikan diri dari segala hadast kecil sesuai dengan aturan syariat islam. Seorang muslim diwajibkan bersuci setiap akan melaksanakan shalat.

Syarat wajib wudhu
       adalah syarat yang mewajibkan orang mukallaf (orang yang sudah baligh dan berakal) untuk berwudhu, apabila sebagian syarat tersebut hilang, maka ia tidak diwajibkan melakukan wudhu.

       Rukun-rukun wudhu terbagi menjadi 6, yakni:
       a. Niat
       b. Membasuh wajah
       c. Membasuh tangan hingga sikut
       d. Membasuh sebagian kepala
       e. Membasuh kaki sampai mata kaki
       f. Tertib (berurutan dari awal hingga akhir)

       Adapun sunnah-sunnah wudhu terbagi menjadi 10, yakni:
       a. Membaca basmallah
       b. Mmebasuh kedua telapak tangan
       c. Berkumur-kumur
       d. Menghirup air kedalam hidung
       e. Meengusap semua kepala
       f. Membasuh kedua telinga
       g. Menyelai-nyelai jenggot yang tebal
       h. Menyelai-nyelai jari-jari tangan dan kaki
       i. Mendahulukan yang kanan dari yang kiri
       j. Bersuci sebanyak 3 kali

       Yang membatalkan wudhu ada 5, yakni:
       a. Keluarnya sesuatu dari dua jalan (qubul atau dubur)
       b. Menyentuh kemaluan
       c. Bersentuhan antara laki-laki dan perempuan yang buakn mukhrim
       d. Hilangnya akal (gila / mabuk / sakit / ayan)
       e. Tidur yang bukan pada posisi duduk.

2. Mandi
     Pengertian Mandi
            Mandi besar / mandi junub / mandi wajib adalah mandi dengan menggunakan air suci dan bersih yang mensucikan dengan mengalirkan air tersebut keseluruh tubuh muali dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tujuan mandi wajib adalah untuk menghilangkan hadast besar yang harus dihilangkan sebelum melakukan ibadah shalat.

       Hal yang mewajibkan mandi wajib adalah:
       a. Mengeluarkan air mani baik disengaja ataupun tidak disengaja.
       b. Melakukan hubungan seks
       c. Selesai haid atau menstruasi
       d. Melahirkan (wiladah) atau pasca melahirkan (nifas)

       Rukun-rukun mandi
              Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan selama mandi karena wajib untuk dilakuakan,
       a. Niat, "Nawaitul ghusla lirof'il hadatsil akbari fardhu lillaahita'aalaa". Yang artinya: Aku niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas karena Allah semata.
       b. membilas atau membasuh seluruh badan dengan air (air mutlak yang mensucikan) dari ujung kai sampai ujung rambut secara merata.
       c. Hilangkan najis bila ada.

3. Tayammum
          Tayammum adalah mengusap muka dan kedua tangan dengan debu yang suci. Tayammum dilakukan sebagai pengganti wudhu juka seseorang yang akan melaksanakan shalat tidak menemuakan air untuk berwudhu.

       Syarat-syarat seseorang diperbolehkan untuk bertayamum apabila:
       a. Islam
       b. Tidak ada air dan telah berusaha mencarinya, tidak juga menemukannya
       c. Berhalangan menggunakan air
       d. Telah masuk waktu shalat
       e. Dengan debu yang suci
       f. Bersih dari haid dan nifas

       Rukun-rukun Tayammum:
       a. Niat. "Nawaitut tayammuma li istibaahatish shalaati fardhu lillaahita'aalaa". Artinya: "Aku niat bertayammum untuk dapat mengerjaka shalat, fardhu karena Allah semata.
       b. Mengusap muka dengan debu tanah
       c. Mengusap kedua tangan hingga siku dengan debu tanah
       d. Memindahkan debu dengan anggota yang diusap
       e. Tertib

       Sunnah-sunnah tayammum:
       a. Membaca basmallah
       b. Mendahulukan anggota yang kanan dari pada yang kiri
       c. Menipiskan debu

       Hal-hal yang dapat membatalkan tayammum:
       a. Segala yang membatalakan wudhu
       b. Melihat air sebelum shalat, kecuali yang bertayammum karena sakit
       c. Murtad (keuar dari Islam)




Senin, 04 Februari 2013

Pengertian Shalat

       Shalat berasal dari bahasa Arab (As-Shalah). Shalat menurut bahasa artinya do'a. Sedangkan menurut istilah shalat yaitu, suatu ibadah yang terdiri atas ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan tertentu yang diawali dengan takbiratul ikhram dan diakhiri dengan salam dengan syarat-syarat tertentu. Mendirikan shalat hukumnya adalah fardhu 'ain bagi yang sudah baligh.
      
       Syarat Sah Shalat
            adalah sesuatu yang harus dilakukan diluar shalat, apabila salah syarat ada yang tidak terpenuhi, maka shalatnya tidak sah.
Syarat sah shalat ada 6 yakni:
1. Suci dari hadats
2. Suci badan, tempat, dan pakaian dari najis
3. Menutup aurat
4. Menghadap kiblat
5. Sudah masuk waktu shalat
6. Mengetahui rukun-rukunnya.

       Rukun-rukun shalat terbagi menjadi 10 yakni:
1. Takbiratul ikhram
2. Berdiri jika mampu
3. Membaca surah Al- Fatihah
4. Rukuk dengan tuma'ninah
5. I'tidal dengan tuma'ninah
6. Sujud dengan tuma'ninah
7. Duduk diantara dua sujud dengan tuma'ninah
8. Duduk tasyahud akhir
9. Salam pertama 
10. Tertib (berurutan dari awal hingga akhir).

       Perkara yang membatalkan shalat ada 11, yakni:
1. Berbicara dengan sengaja
2. Bergerak berturut-turut
3. Hadas
4. Kejatuhan najis
5. Terbuka aurat
6. Membelakangi kiblat
7. Makan
8. Minum
9. Mengubah niat
10. Tertawa terbahak-bahak
11. Murtad.

          Jumlah raka'at dalam shalat sehari semalam ada 17 raka'at, diantaranya:
* 34 x Sujud
* 94 x Takbir
* 9 x Tasyahud
* 10 x Salam
* 153 x Tasbih

Macam-macam Najis

Macam-macam najis dibagi menjadi tiga, yakni:

1. Najis Mukhafafah (najis ringan)
          yaitu, najis yang berasal dari air kencing bayi laki-laki yang belum makan apa-apa kecuali asi. Cara mensucikannya: Dibasuh dengan air.

2. Najis Mutawasitoh (najis sedang)
          yaitu, najis yang kecuali najis Mukhafafah dan najis Mughaladzoh. Cara mensucikannya: Benda yang terkena najis dihilangkan dulu sampai hilang warna, rasa, dan baunya kemudian dibasuh dengan air.
Contoh: kotoran cicak, air kencing bayi perempuan, dll.

3. Najis Mukhaladzoh (najis berat)
          yaitu, najis yang berasal dari jilatan anjing dan babi. Cara mensucikannya: Dibasuh dengan air sebanyak 7 kali basuhan dan salah satunya dibasuh dengan debu.

Sabtu, 02 Februari 2013

Catatan

Sifat-sifat Wajib bagi Rasul :
a. Sidiq       : Jujur
b. Amanah  : Dapat dipercaya
c. Tabligh    : Menyampaikan
d. Fatanah   : Cerdas

Sifat-sifat Mustahil bagi Rasul :
a. Kadzib    : Bohong
b. Khianat   : Tidak dapat dipercaya
c. Kitman    : Menyembunyikan
d. Baladah   : Bodoh

Sifat-sifat Wajib bagi Allah :
a. Wujud                                : Ada
b. Qidam                                : Terdahulu
c. Baqa                                   : Kekal
d. Mukhalafati Lilkhawaditsi    : Berbeda dengan makhluk kini
e. Qiyamuhu Binafsihi              : Berdiri sedndiri
f. Wahdaniyah                         : Esa
g. Qudrah                               : Berkuasa
h. Iradah                                 : Menghendaki
i. Ilmu                                     : Mengetahui
j. Hayat                                   : Hidup
k. Sama                                  : Mendengar
l. Basar                                   : Melihat
m. Qalam                                : Berbicara
n. Kharidan                             : Maha berkuasa
o. Muridan                              : Maha menghendaki
p. Aliman                                : Maha mengetahui
q. Hayan                                 : Maha hidup
r. Samian                                 : Maha mendengar
s. Basiran                                : Maha melihat
t. Mutakaliman                        : Maha berbicara

Sifat-sifat Mustahil bagi Allah :
a. Adam                                  : Tidak ada
b. Hudus                                 : Baru
c. Fana                                   : Sirna
d. Mumasalatu Lilkhawaditsi   : Sama dengan makhluk kini
e. Ikhtiaju Lighairihi                 : Memerlukan bantuan
f. Ta'adud                               : Berbilang
g. Ajzun                                  : Lemah
h. Qarahah                              : Terpaksa
i. Jahlun                                   : Bodoh
j. Mautun                                : Mati
k. Somamun                           : Tuli
l. Umyun                                 : Buta
m. Bukmun                             : Bisu
n. Ajizan                                 : Sangat lemah
o. Mukrohan                          :  Sangat terpaksa
p. Jahilan                                : Sangat bodoh
q. Maitan                               :  Mati
r. Asoma                                : Sangat tuli
s. A'ma                                  :  Sangat buta
t. Abkama                              : Sangat bisu