Halaman

Selasa, 30 April 2013

Mujtahid Fiddin

          Sebagai umat Islam, sudah selayaknya kita bisa membaca Al Qur'an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, karena Al Qur'an merupakan pedoman hidup yang sangat berpengaruh untuk membawa ke arah kedamaian dan ketentraman. Berikut ini kisah seseorang yang saleh yang meninggal setelah mendengar lantunan ayat Al Qur'an. Petiklah hikmah yang terkandung didalamnya!

Orang Saleh Meninggal Setelah Mendengar Ayat Al Qur'an

          Mansur ibn Ammar r.a berkata, "Suatu hari aku singgah di kota Kufah. Ketika aku berjalan di kegelapan malam, aku mendengar tangisan memelas seorang laki-laki dari dalam sebuah rumah. Lelaki itu berkata, "Ya Tuhan, demi kemuliaan dan keagungan-Mu, hamba tidak bermaksud mendurhakai-Mu dengan kemaksiatan-kemaksiatan hamba, tetapi hamba berbuat maksiat itu karena ketidaktahuan hamba akan siksa-Mu. Dengan tali siapa hamba berpegang teguh jika Engkau memutuskan tali-Mu dari hamba? Oh betapa berdosanya hamba! Tolonglah hamba Ya Allah!"

          Mansur ibn Ammar meneruskan, "Ucapan lelaki itu membuatku menangis. Aku pun berhenti di depan rumahnya dan membacakan ayat untuknya, "Hai orang-orang yang beriman, periharalah darimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dari batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperhatikan." (QS At-Tahrim: 6). Tiba-tiba aku mendengar teriakan keras lelaki itu dan suara gaduh dalam rumahnya. Aku pun berhenti sampai suara lelaki itu terhenti, kemudian aku pergi."

          Keesokan harinya, aku datang ke rumah lelaki itu. Aku mendapatkan orang itu sudah meninggal dan orang-orang sedang mengurus jenazahnya. Aku melihat seorang wanita tua sedang menangis. Aku menanyakan perihal dirinya dan orang-orang menjawab bahwa dia adalah ibu si mayyit. Aku mendekati wanita tua itu dan menanyakan keadaan si mayyit ketika hidup. Wanita itu menjawab, "Dia orang yang rajin berpuasa dan melakukan salat malam. Dia senantiasa mencari rezeki yang halal dan membagi penghasilannya menjadi tiga, sepertiga untuk nafkah dirinya, sepertiga untuk menafkahiku, dan sepertiganya ia sedekahkan. Tadi malam ada seseorang yang lewat saat ia sedang membaca Al Qur'an ia mendengar (orang itu membaca) suatu ayat dari Al Qur'an dan kemudian ia meninggal.

Hukum Bacaan Ra

       Dalam ilmu tajwid, hukum bacaan ra terbagi menjadi dua, yaitu ra tafkhim (ra yang dibaca tebal) dan tarqiq (ra yang dibaca tipis), Adapun cara membacanya ada tiga cara, yaitu Ra yang hanya dapat dibaca tafkhim, tarqiq, ataupun dapat dibaca secara tafkhim dan tarqiq sekaligus sebagaimana pembahasan berikut

1. Ra Dibaca Tafkhim

          Ciri-ciri Ra dibaca tafkhim (tebal) adalah sebagai berikut
    a. Apabila Ra berharkat fathah atau damah
    b. Apabila huruf Ra berharkat sukun dan huruf sebelumnya berharkat fathah atau damah
    c. Apabila ada Ra atau mati dan huruf sebelumnya berharkat kasrah aridhah (kasrah yang bukan asli), yaitu kasrah yang terdapat pada hamzah wasal, tetapi diwasalkan (dibaca sambung) hamzah itu tidak terbaca.

2. Ra Dubaca Tarqiq

          Adapun ciri-ciri Ra dibaca tarqiq (tipis) adalah sebagai berikut.
    a. Apabila Ra berharkat kasrah atau kasrahtain
    b. Apabila Ra sukun didahului oleh huruf yang berharkat kasrah dan sesudahnya tidak ada huruf isti'la (huruf yang dibaca berat atau tebal).
    c. Apabila ra berharkan damah atau damatain dan huruf sebelumnya berupa ya sukun dan Ra tersebut diwaqafkan atau berhenti.

3. Ra Boleh Dibaca Tafkhim dan Tarqiq

          Adapun Ra yang boleh dibaca keduanya (tafkhim maupun tarqiq) adalah sebagai berikut.
    a. Apabila Ra sukun didahului oleh huruf berharkat kasrah dan sesudah Ra terdapat huruf isti'la yang berharkat kasrah atau kasrahtain.
    b. Apabila Ra sukun didahului oleh huruf yang berharkat kasrah dan sesudah Ra terdapat huruf isti'la yang tidak berharkat kasrah.

Qalqalah

1. Pengertian Qalqalah
          Qalqalah menurut bahasa artinya memantul. Adapun menurut ilmu tajwid, qalqalah berarti bunyi huruf yang dibaca dengan gerakan suara yang memantul, sehingga terdengar suara membalik dengan bunyi rangkap, baik karena berharkat sukun maupun diwaqafkan.
Huruf qalqalah ada 5, yakni: Ba, jim, dal, ta, qa.

2. Macam-macam Qalqalah
      Hukum qalqalah dalam ilmu tajwid ada 2 macam, yaitu qalqalah kubra dan qalqalah sugra.

a. Qalqalah Kubra
       Qalqalah kubra adalah salah satu huruf qalqalah yang matinya tidak asli, tetapi karena diwaqafkan (dihentikan), maka cara membacanya harus terang dan memantul.

b. Qalqalah Sugra
       Qalqalah sugra adalah apabila salah satu huruf qalqalah yang bersukun atau asli, maka cara membacanya harus terang dan memantul.

Nama-nama Bulan

Bulan dibagi menjadi 2, yaitu

A. Syamsiah (Bulan Nasional)
   1. Januari
   2. Februari
   3. Maret
   4. April
   5. Mei
   6. Juni
   7. Juli
   8. Agustus
   9. September
   10. Oktober
   11. November
   12. Desember

B. Qamariah (Bulan Islam)
1. Muharrom
2. Sofar
3. Robi'ul Awal
4. Robi'ul Akhir
5. Jumadil Awal
6. Jumadil Akhir
7.  Rojab
8. Sya'ban
9. Ramadhan
10. Syawal
11. Dzulhijah
12. Dzulqo'dah

Hadas

Hadas dibagi menjadi 2, yaitu:

1. Hadas kecil, diwajibkan untuk berwudhu
2. Hadas besar, diwajibkan untuk mandi (junub)

Contoh hadas besar, diwajibkan mandi (junub):

1. Jima
2. Haid
3. Mimpi basah
4. Nifas
5. Wiladah

Mandi dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Adah
2. Ibadah

Nama-nama Surga

Surga itu ada 8 tingkatan dan 8 pintu, yakni:

1. Darul Jalal : Surganya para nabi dan utusan syuhada serta orang-orang yang dermawan.
2. Darus Salam : Orang-orang yang gemar sholat disertai rukunnya dan orang-orang yang memperindah wudhunya.
3. Jannatul Ma'wa : Orang-orang yang menunaikan zakat.
4. Jannatul Khuldi : Orang-orang yang Amar ma'ruf nahi munkar.
5. Jannatun Na'im : Orang-orang yang mengendalikan hawa nafsunya.
6. Jannatul Firdaus : Orang-orang yang berhaji dan umrah.
7. Jannatu Adnin : Orang-orang yang berjihad.
8. Darul Qoror : Orang-orang yang bertakwa yang mendudukan pandangannya dari perkara yang haram dan orang-orang yang melakukan amal baik yakni berbakti kepada orang tua dan bersilaturahim.

Sabtu, 23 Maret 2013

Proses Penciptaan Manusia

Proses kejadian manusia ketika masih berada dalam kandungan adalah sebagai berikut.

   a. Allah SWT menjadikan saripati tanah yang terdapat dalam tubuh manusia sebagai nutfah (air yang  berisi spermatozoa atau disebut sperma), yang kemudian ditumpahkan kedalam qarar (rahim atau kandungan).
   b. Allah SWT menjadikan nutfah sebagai alaqah yang berbentuk gumpalan darah menyerupai buah lecis atau lintah.
   c. Dari Alaqah Allah SWT menjadikannya sebagai mudgah, yaitu segumpal daging menyerupai daging hancur yang sudah dikunyah.
   d. Dari mudgah Allah SWT menjadikan sebagai idzam, yaitu tulang atau rangka.
   e. kemudian tulang atau rangka itu dibalut oleh daging.
   f. Setelah itu Allah SWT menjadikannya sebagai makhluk dalam bentuk lain yaitu dalam bentuk manusia yang telah berkepala, berbadan, bertangan, dan berkaki.

       Seperti yang terkandung dalam Q.S. Al-Mu'minuun, 23: 12-14
   "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati yang (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami balut dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Mahasucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik."

Nasihat Ulama Zuhud

" Barang siapa senang berbuat dosa, maka Allah SWT akan memasukkan dia kedalam neraka dalam keadaan menangis. Dan barangsiapa merasa nagis dalam taat kepada Allah SWT, maka sesungguhnya Allah SWT akan memasukkan dia kedalam surga dalam keadaan gembira. (dikutip dari kitab Nasaaihul  'ibad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani, Syarah Muhammad Nawawi bin Umar) 

Rabu, 13 Februari 2013

Hukum Mim mati dan Tanwin


       Hukum mim mati dan tanwin ada 3, yakni:

1. Idghom Mimi
          yaitu, apabila ada mim mati / tanwin bertemu dengan huruf : mim. Cara membacanya dengan merangkap huruf mim dengan dengung. Huruf Idghom Mimi hanya ada satu.

2. Ikhfa Syafawi
          yaitu, apabila ada mim mati / tanwin bertemu dengan huruf : ba. Cara membacanya dengan menyamarkan atau menyembunyikan huruf mim. Huruf Ikhfa Syafawi hanya ada satu.

3. Idzhar Syafawi
          yaitu, apabila ada huruf mim mati bertemu dengan huruf : selain mim dan ba. Cara membacanya dengan bunyi mim disuarakan dengan jelas dan terang tanpa berdengung di bibir dengan mulut tertutup. Huruf Idzhar Syafawi ada 26.


Hukum Nun mati dan Tanwin


       Hukum nun mati dan tanwin ada 5 yakni :

1. Idzhar
          yaitu, apabila ada nun mati / tanwin bertemu dengan huruf : hamzah, ha', 'ain, kha, gain, ha'. Cara membacanya jelas. Huruf Idzhar ada 6.

2. Ikhfa
          yaitu, apabila ada nun mati / tanwin bertemu dengan huruf : ta, tsa, jim, dal, dzal, zai, sin, syin, sad, dad, ta, za, fa, qaf, kaf. Cara membacanya samar-samar. Huruf Ikhfa ada 15.

3. Iqlab
          yaitu, apabila ada nun mati / tanwin bertemu dengan huruf : ba. Cara membacanya dengan mengganti huruf ba dengan huruf mim. Huruf Iqlab hanya ada satu.

4. Idghom Bighunnah
          yaitu, apabila ada nun mati / tanwin bertemu dengan huruf : ya, mim, wau, nun. Cara membacanya dengung. Huruf Idghom Bighunnah ada 4.

5. Idghom Billaghunnah
          yaitu, apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf : lam dan ra. Cara membacanya tidak dengung. Huruf Idghom Billaghunnah ada 2.

Rabu, 06 Februari 2013

Agama Islam

          Agama islam adalah sesuatu yang dibawa oleh nabi Muhammad sebagai agama Rahmatan Lil Alamin (rahmat bagi semesta alam). Agama islam megajarkan segala tentang kebaikan. Pokok-pokoknya dibagi menjadi tiga hal, yakni:

1. Aqidah
          Aqidah Islam adalah sesuatu yang wajib diimani oleh setiap orang. Aqidah islam meliputi beberapa perkara diantaranya tentang:
       a. Kepercayaan tentang adanya Allah
       b. Sifat-sifat Allah
       c. Kepercayaan terhadap rasul- rasul Allah

2. Syariat
          Syariat Islam adalah hukum atau aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Muslim. Selain berisi hukum dan aturan, syariat islam juga berisi penyelesaian masalah seluruh kehidupan ini. Maka oleh sebagian penganut Islam, syariat islam merupakan panduan menyeluruh adan sempurna seluruh permasalahan hidup manusia dan kehidupan dunia ini.

3. Akhlak
          Akhlak Islam adalah sifat- sifat yang diperintahkan Allah kepada seorang muslim untuk dimiliki tatkala ia melaksanakan berbagai aktivitasnya.

Macam-macam Shalat

1. Shalat Tarawih
          Shalat tarawih dilaksanakan setelah melaksanakan kewajiban shalat isya. Jumlah raka'atnya adalah 20 raka'at dengan 10 salam. Dilaksanakan pada bulan ramadhan sebagai amalan ibadah sunnah. lebih baik dilaksanakan berjama'ah.

2. Shalat Witir
          Shalat witir dilaksanakan setelah shalat tarawih sebanyak 3 raka'at. Shalat yang pertama dilaksanakan 2 raka'at, sedangkan shalat yang kedua dilaksanakan 1 raka'at.
Niat shalat witir yang pertama: "Usolli sunnatan minal witri rak'ataini ma'muman lillaahita'aalaa".
Niat shalat witir yang kedua: "Usolli sunnatan rak'atal witri ma'muman lillaahita'aalaa".

3. Shalat dhuha
          Keutamaan shalat dhuha diantaranya adalah untuk meminta rizki yang berlimpah. Shalat dhuha paling banyak adalah 12 raka'at dan paling sedikit adalah 2 raka'at. Waktu shalat dhuha dimulai ketika matahari sudah naik sekitar 1 meter dari permukaan bumi sampai bumi berada diatas kepala yaitu ketika tidak ada bayang-bayang.

Toharoh

Bersuci dari Hadats
          Bersuci dari Hadats adalah membasuh anggota badan yang tertentu dengan air yang mensucikan beserta niatnya.
Air Suci
          Air suci adalah air yang tidak terkena najis dan belum dipakai untuk bersuci atau manghilangkan najis.
Air Musta'mal
          Air musta'mal adalah air yang ukurannya kurang dari dua kulah dan sudah digunakan untuk bersuci atau menghilangkan najis.

       Untuk dapat bersuci, dapat dilakukan dengan cara berwudhu, tayammum, dan mandi, sesuai dengan aturan-aturannya,

1. Wudhu
          Wudhu adalah mensucikan diri dari segala hadast kecil sesuai dengan aturan syariat islam. Seorang muslim diwajibkan bersuci setiap akan melaksanakan shalat.

Syarat wajib wudhu
       adalah syarat yang mewajibkan orang mukallaf (orang yang sudah baligh dan berakal) untuk berwudhu, apabila sebagian syarat tersebut hilang, maka ia tidak diwajibkan melakukan wudhu.

       Rukun-rukun wudhu terbagi menjadi 6, yakni:
       a. Niat
       b. Membasuh wajah
       c. Membasuh tangan hingga sikut
       d. Membasuh sebagian kepala
       e. Membasuh kaki sampai mata kaki
       f. Tertib (berurutan dari awal hingga akhir)

       Adapun sunnah-sunnah wudhu terbagi menjadi 10, yakni:
       a. Membaca basmallah
       b. Mmebasuh kedua telapak tangan
       c. Berkumur-kumur
       d. Menghirup air kedalam hidung
       e. Meengusap semua kepala
       f. Membasuh kedua telinga
       g. Menyelai-nyelai jenggot yang tebal
       h. Menyelai-nyelai jari-jari tangan dan kaki
       i. Mendahulukan yang kanan dari yang kiri
       j. Bersuci sebanyak 3 kali

       Yang membatalkan wudhu ada 5, yakni:
       a. Keluarnya sesuatu dari dua jalan (qubul atau dubur)
       b. Menyentuh kemaluan
       c. Bersentuhan antara laki-laki dan perempuan yang buakn mukhrim
       d. Hilangnya akal (gila / mabuk / sakit / ayan)
       e. Tidur yang bukan pada posisi duduk.

2. Mandi
     Pengertian Mandi
            Mandi besar / mandi junub / mandi wajib adalah mandi dengan menggunakan air suci dan bersih yang mensucikan dengan mengalirkan air tersebut keseluruh tubuh muali dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tujuan mandi wajib adalah untuk menghilangkan hadast besar yang harus dihilangkan sebelum melakukan ibadah shalat.

       Hal yang mewajibkan mandi wajib adalah:
       a. Mengeluarkan air mani baik disengaja ataupun tidak disengaja.
       b. Melakukan hubungan seks
       c. Selesai haid atau menstruasi
       d. Melahirkan (wiladah) atau pasca melahirkan (nifas)

       Rukun-rukun mandi
              Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan selama mandi karena wajib untuk dilakuakan,
       a. Niat, "Nawaitul ghusla lirof'il hadatsil akbari fardhu lillaahita'aalaa". Yang artinya: Aku niat mandi wajib untuk menghilangkan hadas karena Allah semata.
       b. membilas atau membasuh seluruh badan dengan air (air mutlak yang mensucikan) dari ujung kai sampai ujung rambut secara merata.
       c. Hilangkan najis bila ada.

3. Tayammum
          Tayammum adalah mengusap muka dan kedua tangan dengan debu yang suci. Tayammum dilakukan sebagai pengganti wudhu juka seseorang yang akan melaksanakan shalat tidak menemuakan air untuk berwudhu.

       Syarat-syarat seseorang diperbolehkan untuk bertayamum apabila:
       a. Islam
       b. Tidak ada air dan telah berusaha mencarinya, tidak juga menemukannya
       c. Berhalangan menggunakan air
       d. Telah masuk waktu shalat
       e. Dengan debu yang suci
       f. Bersih dari haid dan nifas

       Rukun-rukun Tayammum:
       a. Niat. "Nawaitut tayammuma li istibaahatish shalaati fardhu lillaahita'aalaa". Artinya: "Aku niat bertayammum untuk dapat mengerjaka shalat, fardhu karena Allah semata.
       b. Mengusap muka dengan debu tanah
       c. Mengusap kedua tangan hingga siku dengan debu tanah
       d. Memindahkan debu dengan anggota yang diusap
       e. Tertib

       Sunnah-sunnah tayammum:
       a. Membaca basmallah
       b. Mendahulukan anggota yang kanan dari pada yang kiri
       c. Menipiskan debu

       Hal-hal yang dapat membatalkan tayammum:
       a. Segala yang membatalakan wudhu
       b. Melihat air sebelum shalat, kecuali yang bertayammum karena sakit
       c. Murtad (keuar dari Islam)




Senin, 04 Februari 2013

Pengertian Shalat

       Shalat berasal dari bahasa Arab (As-Shalah). Shalat menurut bahasa artinya do'a. Sedangkan menurut istilah shalat yaitu, suatu ibadah yang terdiri atas ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan tertentu yang diawali dengan takbiratul ikhram dan diakhiri dengan salam dengan syarat-syarat tertentu. Mendirikan shalat hukumnya adalah fardhu 'ain bagi yang sudah baligh.
      
       Syarat Sah Shalat
            adalah sesuatu yang harus dilakukan diluar shalat, apabila salah syarat ada yang tidak terpenuhi, maka shalatnya tidak sah.
Syarat sah shalat ada 6 yakni:
1. Suci dari hadats
2. Suci badan, tempat, dan pakaian dari najis
3. Menutup aurat
4. Menghadap kiblat
5. Sudah masuk waktu shalat
6. Mengetahui rukun-rukunnya.

       Rukun-rukun shalat terbagi menjadi 10 yakni:
1. Takbiratul ikhram
2. Berdiri jika mampu
3. Membaca surah Al- Fatihah
4. Rukuk dengan tuma'ninah
5. I'tidal dengan tuma'ninah
6. Sujud dengan tuma'ninah
7. Duduk diantara dua sujud dengan tuma'ninah
8. Duduk tasyahud akhir
9. Salam pertama 
10. Tertib (berurutan dari awal hingga akhir).

       Perkara yang membatalkan shalat ada 11, yakni:
1. Berbicara dengan sengaja
2. Bergerak berturut-turut
3. Hadas
4. Kejatuhan najis
5. Terbuka aurat
6. Membelakangi kiblat
7. Makan
8. Minum
9. Mengubah niat
10. Tertawa terbahak-bahak
11. Murtad.

          Jumlah raka'at dalam shalat sehari semalam ada 17 raka'at, diantaranya:
* 34 x Sujud
* 94 x Takbir
* 9 x Tasyahud
* 10 x Salam
* 153 x Tasbih

Macam-macam Najis

Macam-macam najis dibagi menjadi tiga, yakni:

1. Najis Mukhafafah (najis ringan)
          yaitu, najis yang berasal dari air kencing bayi laki-laki yang belum makan apa-apa kecuali asi. Cara mensucikannya: Dibasuh dengan air.

2. Najis Mutawasitoh (najis sedang)
          yaitu, najis yang kecuali najis Mukhafafah dan najis Mughaladzoh. Cara mensucikannya: Benda yang terkena najis dihilangkan dulu sampai hilang warna, rasa, dan baunya kemudian dibasuh dengan air.
Contoh: kotoran cicak, air kencing bayi perempuan, dll.

3. Najis Mukhaladzoh (najis berat)
          yaitu, najis yang berasal dari jilatan anjing dan babi. Cara mensucikannya: Dibasuh dengan air sebanyak 7 kali basuhan dan salah satunya dibasuh dengan debu.

Sabtu, 02 Februari 2013

Catatan

Sifat-sifat Wajib bagi Rasul :
a. Sidiq       : Jujur
b. Amanah  : Dapat dipercaya
c. Tabligh    : Menyampaikan
d. Fatanah   : Cerdas

Sifat-sifat Mustahil bagi Rasul :
a. Kadzib    : Bohong
b. Khianat   : Tidak dapat dipercaya
c. Kitman    : Menyembunyikan
d. Baladah   : Bodoh

Sifat-sifat Wajib bagi Allah :
a. Wujud                                : Ada
b. Qidam                                : Terdahulu
c. Baqa                                   : Kekal
d. Mukhalafati Lilkhawaditsi    : Berbeda dengan makhluk kini
e. Qiyamuhu Binafsihi              : Berdiri sedndiri
f. Wahdaniyah                         : Esa
g. Qudrah                               : Berkuasa
h. Iradah                                 : Menghendaki
i. Ilmu                                     : Mengetahui
j. Hayat                                   : Hidup
k. Sama                                  : Mendengar
l. Basar                                   : Melihat
m. Qalam                                : Berbicara
n. Kharidan                             : Maha berkuasa
o. Muridan                              : Maha menghendaki
p. Aliman                                : Maha mengetahui
q. Hayan                                 : Maha hidup
r. Samian                                 : Maha mendengar
s. Basiran                                : Maha melihat
t. Mutakaliman                        : Maha berbicara

Sifat-sifat Mustahil bagi Allah :
a. Adam                                  : Tidak ada
b. Hudus                                 : Baru
c. Fana                                   : Sirna
d. Mumasalatu Lilkhawaditsi   : Sama dengan makhluk kini
e. Ikhtiaju Lighairihi                 : Memerlukan bantuan
f. Ta'adud                               : Berbilang
g. Ajzun                                  : Lemah
h. Qarahah                              : Terpaksa
i. Jahlun                                   : Bodoh
j. Mautun                                : Mati
k. Somamun                           : Tuli
l. Umyun                                 : Buta
m. Bukmun                             : Bisu
n. Ajizan                                 : Sangat lemah
o. Mukrohan                          :  Sangat terpaksa
p. Jahilan                                : Sangat bodoh
q. Maitan                               :  Mati
r. Asoma                                : Sangat tuli
s. A'ma                                  :  Sangat buta
t. Abkama                              : Sangat bisu